The Nzen Journal

Baby. Beauty. and Biology

Ingin menjadi orang tua

Biasanya sekitar jam 6 sore, menjelang magrib, suami-istri di depan rumah gw pulang dari kantor. Suara motor pasangan suami-istri tersebut gede jadi kedengeran ampe ke dalem rumah gw. Anak-anak mereka langsung menyambut. Mereka punya dua orang anak, yang gede namanya Lia dan yang kedua namanya Dicky. Anak-anak mereka lucu-lucu. Barusan aja, 5 menit sebelum akhirnya gw nulis blog ini, anak-anaknya menyambut orangtuanya yang baru pulang. Anak yang gede nanya ke bundanya “Bunda, beli apa?” terus anak yang kecil yang umurnya masih 4 tahun ikut-ikutan nanya dengan bahasa cadel. Gak lama kemudian, ayahnya disambut paling rame karena bawa bungkusan. Lia dan Dicky langsung heboh “Ayah…Ayah bawa apa? Lia mau liat” dan adiknya juga ikut-ikutan nanya dengan kata-kata yang sama dengan yang diucapkan kakaknya. IIIhhh… lucu… gemesss…. gw suka ketawa-ketawa sendiri.

Orang tua Lia dan Dicky dua-duanya kerja. Ayahnya kalo gak salah kerja di Bank, Bundanya kerja di perkantoran tapi gak tau di perusahaan apa. Mereka berangkat pagi pulang baru magrib. Dulu waktu anak-anak mereka masih kecil, berangkat kerja suka ditangisin sama anak keduanya. Buat membujuknya lamaaaaaaa banget. Jadi sebagai solusinya, sang ayah harus muterin anak keduanya muter-muterin kompleks. Hihihihihihi…. gw jadi kebayang kalo gw sudah menikah dan punya anak dan gw masih kerja. Waduh… apa gw juga harus kayak gitu. Ngebujuk anak gw yang rewel karena gak mau ditinggal dan gw juga harus menyediakan baby sitter buat ngejaga anak-anak gw. Kadang-kadang buat ngebujuk anak yang rewel, orang tua selalu ngebeliin sesuatu entah itu mainan, makanan atau apapun yang disukai si anak. Tapi, kalo terus-terusan ngebujuk dengan cara itu, bisa-bisa anak gw jadi konsumerisme. Sebenernya gw masih bingung cara apa yang bisa bikin anak gak rewel?

Impian gw menjadi orang tua simpel kok. Gw pengen kerja tapi gak sibuk-sibuk amat, kayak jadi pendidik, jadi PNS mungkin, jadi pegawai kantoran atau mungkin jadi business woman bikin butik. Gw pengen ngedidik anak-anak gw dengan tangan gw sendiri. Gw tanamkan prinsip gw ke anak-anak gw. Gw gak percaya sama baby sitter, coz menurut gw, anak-anak atau balita yang diurus sama baby sitter biasanya punya kelakuan dan prinsip yang sama dengan pola pikir si baby sitter. Gw gak mau anak gw dididik sama baby sitter. Anak… anak siapa… yang ngedidik siapa.

Gw pengen jadi orang tua yang baik buat anak-anakku kelak (cieee..). Gw pengen jadi teladan bagi mereka, supaya mereka jadi manusia-manusia cerdas. Anak laki-laki jadi seorang leader, yang perempuan jadi seorang yang selalu menentukkan keputusan. Gw gak mau anak lelaki gw jadi seorang follower, atau yang perempuan jadi wanita shopaholic. Amit..amit.. Naudzubillah…

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: